Dear Kawans,
Siapakah yang layak menjawab judul artikel ini? Silahkan lah menjawab, tak ada larangan untuk bersuara.
Kalau aku, menjawabnya seperti ini:
A = awalnya berjuang untuk mengisi kemerdakaan, akhirnya walaupun penuh pengorbanan pasti mencapai tujuan NKRI sesuai preambule UUD
B = beradabnya kemanusiaan merupakan salah satu dasar kehidupan berbangsa dan bernegara, berproses penuh darah dan air mata, akhirnya ada senyuman bagi semua rakyat NKRI
C = cinta tanah air, menjadi perekat perjuangan di awal revolusi fisik kemerdakaan, berproses dengan pernak-pernik negara serikat, wacana federasi, desentralisasi, lepasnya Timtim, pemekaran wilayah, pindahnya anak bangsa berkemampuan unggul (brain drain), akhirnya disadari bahwa NKRI emang RUMAH masa depan
D = demokrasi menjadi cara hidup berbangsa dan bernegara, awalnya demokrasi NKRI, terpimpin, Pancasila, otoriter, liberal, akhirnya emang demokrasi Pancasila yang mewarnai NKRI
E = eitssss...inilah NKRI
F = filterisasi globalisasi untuk memelihara peradaban NKRI akan, sedang, dan terus bergulir penuh dengan intrik dan kepentingan. Akhirnya kebutuhan NKRI lah yang menjadi penjuru
G = Garuda Indonesia menjadi lambang bahwa NKRI bukan label barat, timur, selatan, utara. Bukan pula liberalis, kapitalis, komunis, ateis, sosialis. Kerakyatan lah yang merupakan konsentrasi komitmen seluruh anak bangsa NKRI....sehingga mau bagaimana
H = hak asasi manusia. Hidup, berkarya, berkeyakinan dan berpengharapan selalu menggambarkan manusia NKRI yang sebenar
I = Indonesia bukan endonesia bukan hindia belanda, bukan saudara kecil nipon, bukan antek dan kaki tangan yang lain
J = jagalah kedaulatan NKRI di darat, udara, laut dan dalam bumi
K = kemerdakaan yang hakiki sebagai negara, bangsa dan manusia Indonesia
L = lakukan apa dan bagaimana yang dibutuhkan Indonesia
M = manusiakan rakyat Indonesia
N = nyanyikan Indonesia Raya dalam aliran darahmu, helaan nafasmu, gerak langkahmu dan mimpimu
O = olah NKRI ini, anginnya, airnya, tanahnya, mineralnya, minyaknya, kekayaannya seperti amanah dari anak cucu NKRI
P = pelihara NKRI sesuai pesan pejuang2 kemerdekaan dan penantian anak cucu NKRI
Q = qira2 bukan dasar membangun NKRI, kebersamaan dan kemauan adalah energinya
R = Rahmat TUHAN YANG MAHA adalah pengawal NKRI
S = selalu berdoa dan bersyukur di awal, selama dan di akhir berkarya
T = tidak berperilaku non manusiawi
U = untukmu Indonesiaku adalah mars pembangunan NKRI
V = viva Indonesia adalah doa dan upaya
W = wajah Indonesia adalah keTUHANan, kemanusiaan, kebersamaan, keramahan, kejujuran dan keadilan
X = xtraordinaries (luar biasa) adalah bentuk semangat pembangunan
Y = yang bermanfaat dari, oleh dan untuk NKRI
Z = zaman NKRI selalu ada.
Perlu diingat jumlah dan mutu adalah kondisi pembangunan dan dapat diatur, yang mampu dan mau ditingkatkan adalah input dan proses pembangunan NKRI. Semua butuh komitmen dan kemauan untuk membangun.
Ayo! Mari! Membangunlah Indonesiaku.
Salam SEHAT.
Minggu, 22 Mei 2011
Rabu, 11 Mei 2011
Komunikasi dan Kebijakan Publik
..........@ mode mengelus dada.
Tadi pagi mampir sebentar di SPBU untuk mengisi BBM Premium ke motor. Tiba2 kaget dan ketawa bareng isteri....kenapa? Ada2 aja cara pemerintah buat rakyatnya tambah menangis dan ketawa. Tertulis di mesin pompa premium..."Premium adalah BBM untuk orang tak mampu"......Kunyuk...kampret...bego....Sepanjang jalan kami asyik bercanda dan meledek diri sendiri karena dinilai pemerintah sebagai orang tak mampu.
Jadi ingat, uneg2 teman X saat nebeng mobil teman Y. Si X cerita kalo dia s4 nyampein ke petugas SPBU waktu ngisi premium ke motor.."Mas...stiker itu cabut donk..kita bukan tidak mampu...wong harga berapapun ditetepkan pemerintah, kita tetap beli itu premium....kalo beli di atas premium...kan boros karena spesifikasi motor ini premium...Mas SPBU hanya jawab.."Pak kita hanya menjalanakan tugas..ini dari pemerintah"...Emang kelewatan...tak berani bertanggung jawab pemerintah..asal buat!
Siapa atau apa yang membuat informasi ini. Bagaimana cara pemerintah mengkomunikasikan kebijakan kepada publik?
Kebijakan publik tentang BBM premium diluncurkan karena subsidi BBM > premium dicabut. Kenapa main asal luncur kebijakan yah?....Maksud hati nak nyasar pengguna kendaraan mewah...yang kena "hina" justru rakyat non kendaraan mewah. Komunikasi publik apa yang dipake pemerintah?.....Komunikasi kaca mata kuda....bingung mereka.
Pemerintah memvonis yang beli premium tidak mampu. Lalu indikator orang miskin masih aja sama seperti yang sudah-sudah...ato mau muncul indikator orang tidak mampu....? Plin plan ya pemerintah ini.
Kalo emang tujuan stratejiknya mau menyesuaikan harga BBM dengan harga pasar...yang siapkan dulu dan sinkronkan semua indikator yang sudah ada tentang orang miskin/tak mampu, juga perindustrian kendaraan bermotor terkait spesifikasi BBM, lalu sarana lainnya (penindakan hukum, ketersediaan BBM, dll).
Tapi mungkin yah...semua persiapan di atas tidak bisa dikelola oleh pemerintah..lalu bingung dan main terapkan aja. Kebijakan publik itu bukan hanya aspek materi saja (kuantitas, fisik, implementasi di lapangan, pengawasan)...aspek non material (humaniora/sosial budaya) perlu dipahami. Apa efek dan dampak kata2 orang tidak mampu itu? Data kemiskinan yang dikeluarkan oleh BPS (pemerintah)...boong donk...artinya pemerintah berbohong. Angka kemiskinan lebih banyak dari data BPS...karena BBM premium banyak yang beli..ya iyalah..orang yang sangat miskin mau beli premium untuk apa? makan aja susah, sekolah susah, apalagi naik sepeda motor premium....
Gila....belajar yang benar lah pemerintah dan pakar2nya. Komunikasi dan kebijakan publik kalian...amburadul....
Semoga cepat sadar!!!!!!!
Salam SEHAT dari rakyat yang divonis sebagai golongan tidak mampu!
Tadi pagi mampir sebentar di SPBU untuk mengisi BBM Premium ke motor. Tiba2 kaget dan ketawa bareng isteri....kenapa? Ada2 aja cara pemerintah buat rakyatnya tambah menangis dan ketawa. Tertulis di mesin pompa premium..."Premium adalah BBM untuk orang tak mampu"......Kunyuk...kampret...bego....Sepanjang jalan kami asyik bercanda dan meledek diri sendiri karena dinilai pemerintah sebagai orang tak mampu.
Jadi ingat, uneg2 teman X saat nebeng mobil teman Y. Si X cerita kalo dia s4 nyampein ke petugas SPBU waktu ngisi premium ke motor.."Mas...stiker itu cabut donk..kita bukan tidak mampu...wong harga berapapun ditetepkan pemerintah, kita tetap beli itu premium....kalo beli di atas premium...kan boros karena spesifikasi motor ini premium...Mas SPBU hanya jawab.."Pak kita hanya menjalanakan tugas..ini dari pemerintah"...Emang kelewatan...tak berani bertanggung jawab pemerintah..asal buat!
Siapa atau apa yang membuat informasi ini. Bagaimana cara pemerintah mengkomunikasikan kebijakan kepada publik?
Kebijakan publik tentang BBM premium diluncurkan karena subsidi BBM > premium dicabut. Kenapa main asal luncur kebijakan yah?....Maksud hati nak nyasar pengguna kendaraan mewah...yang kena "hina" justru rakyat non kendaraan mewah. Komunikasi publik apa yang dipake pemerintah?.....Komunikasi kaca mata kuda....bingung mereka.
Pemerintah memvonis yang beli premium tidak mampu. Lalu indikator orang miskin masih aja sama seperti yang sudah-sudah...ato mau muncul indikator orang tidak mampu....? Plin plan ya pemerintah ini.
Kalo emang tujuan stratejiknya mau menyesuaikan harga BBM dengan harga pasar...yang siapkan dulu dan sinkronkan semua indikator yang sudah ada tentang orang miskin/tak mampu, juga perindustrian kendaraan bermotor terkait spesifikasi BBM, lalu sarana lainnya (penindakan hukum, ketersediaan BBM, dll).
Tapi mungkin yah...semua persiapan di atas tidak bisa dikelola oleh pemerintah..lalu bingung dan main terapkan aja. Kebijakan publik itu bukan hanya aspek materi saja (kuantitas, fisik, implementasi di lapangan, pengawasan)...aspek non material (humaniora/sosial budaya) perlu dipahami. Apa efek dan dampak kata2 orang tidak mampu itu? Data kemiskinan yang dikeluarkan oleh BPS (pemerintah)...boong donk...artinya pemerintah berbohong. Angka kemiskinan lebih banyak dari data BPS...karena BBM premium banyak yang beli..ya iyalah..orang yang sangat miskin mau beli premium untuk apa? makan aja susah, sekolah susah, apalagi naik sepeda motor premium....
Gila....belajar yang benar lah pemerintah dan pakar2nya. Komunikasi dan kebijakan publik kalian...amburadul....
Semoga cepat sadar!!!!!!!
Salam SEHAT dari rakyat yang divonis sebagai golongan tidak mampu!
Minggu, 08 Mei 2011
Apakah agama itu?
Salam Mei 2011,
Dalam suatu perjalanan dengan taksi, aku berdialog dengan rekan terkait tanggung jawab dan keimanan manusia. Semua berangkat dari kesamaan pemahaman bahwa iman seorang manusia adalah tanggung jawab dia dengan Sang Pencipta dia.
Berangkat dari isu-isu teror, keberanian orang memvonis bencana pribadi karena pindah agama/keimanan, dll. Kenapa manusia suka sekali memaksakan kebenaran yang diyakininya sebagai kebenaran tunggal/menurutnya? Apa hak dia sehingga berani memaksa, memvonis, meneror dan menghukum sesama yang beda?
Apakah agama dan iman itu sama? Silahkan merasakan, memahami dan menjawab!
Mari coba kilas balik, baca sejarah peradaban manusia sebelum ada sesuatu yang namanya agama! Apakah manusia saling mempertentangkan seperti sekarang?
Sekarang malah ada aturan terkait agama yang diakui...di satu sisi ini dianggap "cara baik" namun di sisi lain ini adalah melanggar HAM! Apa urusan aturan dengan keimanan manusia dan Sang Penciptanya?
Jadi ingat pesan "carilah kebenaran", "karena ketidaktahuan adalah dosa", "kasihilah sesamamu manusia seperti engkau mengasihi dirimu sendiri", "kasihilah TUHANmu dengan segenap akal budimu", "persembahkanlah tubuhmu sebagai persembahan yang kudus". Wah....nurutku inti pesan adalah segala sesuatu yang engkau perbuat (perilaku mu) dasarilah atas sesuatu yang benar/bersih/suci. Beratkan? Setiap saat kita diberi dilema, saat bangun pagi mana yang lebih gampang, berbuat kebaikan atau kejahatan?
Emang banyak sudah manusia yang menjual atau terjual dirinya karena sesuatu yang diyakini kebenarannya karena menyakiti atau menzalimi sesamanya karena keyakinannya itu.
Udah lah....jalani hidup ini dengan berdoa pada Sang Penciptamu, lalukan perilaku yang benar/bersih/suci tadi, sesuai dengan imanmu, lalu berdoalah lagi pada Sang Penciptamu. Amen.
Salam SEHAT
Dalam suatu perjalanan dengan taksi, aku berdialog dengan rekan terkait tanggung jawab dan keimanan manusia. Semua berangkat dari kesamaan pemahaman bahwa iman seorang manusia adalah tanggung jawab dia dengan Sang Pencipta dia.
Berangkat dari isu-isu teror, keberanian orang memvonis bencana pribadi karena pindah agama/keimanan, dll. Kenapa manusia suka sekali memaksakan kebenaran yang diyakininya sebagai kebenaran tunggal/menurutnya? Apa hak dia sehingga berani memaksa, memvonis, meneror dan menghukum sesama yang beda?
Apakah agama dan iman itu sama? Silahkan merasakan, memahami dan menjawab!
Mari coba kilas balik, baca sejarah peradaban manusia sebelum ada sesuatu yang namanya agama! Apakah manusia saling mempertentangkan seperti sekarang?
Sekarang malah ada aturan terkait agama yang diakui...di satu sisi ini dianggap "cara baik" namun di sisi lain ini adalah melanggar HAM! Apa urusan aturan dengan keimanan manusia dan Sang Penciptanya?
Jadi ingat pesan "carilah kebenaran", "karena ketidaktahuan adalah dosa", "kasihilah sesamamu manusia seperti engkau mengasihi dirimu sendiri", "kasihilah TUHANmu dengan segenap akal budimu", "persembahkanlah tubuhmu sebagai persembahan yang kudus". Wah....nurutku inti pesan adalah segala sesuatu yang engkau perbuat (perilaku mu) dasarilah atas sesuatu yang benar/bersih/suci. Beratkan? Setiap saat kita diberi dilema, saat bangun pagi mana yang lebih gampang, berbuat kebaikan atau kejahatan?
Emang banyak sudah manusia yang menjual atau terjual dirinya karena sesuatu yang diyakini kebenarannya karena menyakiti atau menzalimi sesamanya karena keyakinannya itu.
Udah lah....jalani hidup ini dengan berdoa pada Sang Penciptamu, lalukan perilaku yang benar/bersih/suci tadi, sesuai dengan imanmu, lalu berdoalah lagi pada Sang Penciptamu. Amen.
Salam SEHAT
Senin, 02 Mei 2011
Langganan:
Entri (Atom)