Salam Mei 2011,
Dalam suatu perjalanan dengan taksi, aku berdialog dengan rekan terkait tanggung jawab dan keimanan manusia. Semua berangkat dari kesamaan pemahaman bahwa iman seorang manusia adalah tanggung jawab dia dengan Sang Pencipta dia.
Berangkat dari isu-isu teror, keberanian orang memvonis bencana pribadi karena pindah agama/keimanan, dll. Kenapa manusia suka sekali memaksakan kebenaran yang diyakininya sebagai kebenaran tunggal/menurutnya? Apa hak dia sehingga berani memaksa, memvonis, meneror dan menghukum sesama yang beda?
Apakah agama dan iman itu sama? Silahkan merasakan, memahami dan menjawab!
Mari coba kilas balik, baca sejarah peradaban manusia sebelum ada sesuatu yang namanya agama! Apakah manusia saling mempertentangkan seperti sekarang?
Sekarang malah ada aturan terkait agama yang diakui...di satu sisi ini dianggap "cara baik" namun di sisi lain ini adalah melanggar HAM! Apa urusan aturan dengan keimanan manusia dan Sang Penciptanya?
Jadi ingat pesan "carilah kebenaran", "karena ketidaktahuan adalah dosa", "kasihilah sesamamu manusia seperti engkau mengasihi dirimu sendiri", "kasihilah TUHANmu dengan segenap akal budimu", "persembahkanlah tubuhmu sebagai persembahan yang kudus". Wah....nurutku inti pesan adalah segala sesuatu yang engkau perbuat (perilaku mu) dasarilah atas sesuatu yang benar/bersih/suci. Beratkan? Setiap saat kita diberi dilema, saat bangun pagi mana yang lebih gampang, berbuat kebaikan atau kejahatan?
Emang banyak sudah manusia yang menjual atau terjual dirinya karena sesuatu yang diyakini kebenarannya karena menyakiti atau menzalimi sesamanya karena keyakinannya itu.
Udah lah....jalani hidup ini dengan berdoa pada Sang Penciptamu, lalukan perilaku yang benar/bersih/suci tadi, sesuai dengan imanmu, lalu berdoalah lagi pada Sang Penciptamu. Amen.
Salam SEHAT
0 komentar:
Poskan Komentar