Jumat, 19 November 2010

Ketidakberdayaan Indonesia?

Dear Anak Bangsa NKRI,

"Saudi maupun Malaysia harus diberi pernyataan keras. Ini bukan kasus yang sekali saja tetapi kita seperti tidak berdaya," kata mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Syafi'i Ma'arif.

Pernyataan di atas dari seorang tokoh bangsa, sebenarnya bisa merupakan representatif akumulasi dari pertanyaan2 dari seluruh rakyat NKRI! Ada apa dengan NKRI. Di dalam negeri, menghadapi banyak persoalan negara dan bangsa, tidak tuntas dan ada tidak semua ada solusi yang bermanfaat. Apalagi dengan persoalan di lingkungan internasional.

Masih ingat pasca reformasi, pada saat negara2 Amerika Selatan dan Afrika berhasil mendapatkan moratorium utang....dengan santainya Indonesia berkata "...kita masih punya harga diri...atau semacamnyalah", so....tidak ada moratorium utang untuk NKRI. ANEH! Kalo untuk hal ini, ada rasa malu, tapi untuk kasus2 menyangkut personal, kinerja pejabat publik dan institusi publik...kemana rasa malu itu???

Bangsa yang maju adalah bangsa yang merubah dirinya menjadi lebih baik dan benar! Nah lho...NKRI?

Sudah banyak ilmu tentang prioritas dan penyelesaian masalah, sudah banyak pejabat publik yang tahu dan paham ilmu itu, namun tidak banyak yang komit untuk aplikasinya demi kesejahteraan NKRI.

Coba aja, saat krisis s/d sekarang, banyak kasus bencana, banyak kasus HAM (penyiksaan TKW), banyak kasus extraordinary (korupsi, teror, anarki, narkoba), banyak kasus tidak tertib administrasi negara (pejabat negara senang ke LN tanpa ijin, dll), banyak kasus penyelewengan hukum, intervensi/intimidasi institusi penegak hukum (KPK, MK, KY, Polri, Kejaksaan, MA, lembaga advokat). Namun, Indonesia seperti kehilangan arah dan strategi untuk membuat/membangun lebih baik dan benar.

Lalu apa gunanya amanah rakyat yang sudah diperoleh? Apakah "kekurangan" ini sengaja dilakukan dengan dalih mencegah perpecahan bangsa? Ahhh.. jadi teringat kasus 30 Sept 1966, dengan kata2 mutiara, "...ambil ikannya tanpa membuat airnya keruh".

Semua ini tidak ada kata terlambat, gunakanlah sisa waktu untuk berbuat lebih untuk NKRI ini. Apa yang ditakutkan? Apa yang dipikirkan terlalu jauh? Apa...........kebutuhan dan keinginan?

Seperti, tulisan sebelumnya, tentang Indonesia sebagai Laboratorium Terlengkap di Dunia. Yah...inilah realitanya...mau kasus atau simulasi apapun, bisa tersedia!

Saran buat mu dan buat kalian!
1. Berdoalah dengan iman
2. Gunakan dengan positif kebhinekaan dan keikaan NKRI untuk membangun
3. Gunakan dengan positif keikaan dan kebhinekaan NKRI untuk berubah
4. Membangunlah dan Berubahlah
5. Berdoalah dengan iman

Hehehe...aplikasinya yah..kamu dan kalian sila berimprovisasi dengan positif, kreatif dan inovatif.

Salam SEHAT.

0 komentar: