Kamis, 11 November 2010

Catatan Ringan dari acara Newsmaker Metro TV: Ora et Labora

Dear Temans,

Demenkah dengan acara Newsmaker di Metro TV? Pokoke seru deh. Kalo belum pernah lihat, coba deh ikutin, banyak catatan yang dapat dibuat.

Salah satu yang akan ditulis adalah topik terkait seorang menteri yang "dinilai harus mundur" akibat kinerja organisasinya yang tidak bagus. Nah, sang menteri malah bertanya, "apakah dengan mundurnya saya, selanjutnya akan lebih baik?"

Bagaimana tanggapan temans? Menurutku, pertanyaan balik sang menteri sangat tidak layak dan produktif. Bagaimana mau jadi bagus kalo dia tidak legowo untuk mundur dan memberi kesempatan kepada orang yang layak, kredibel dan kompeten? Sementara kinerjanya sudah "dinilai tidak bagus"!

Memang budaya malu dan maju di NKRI ini masih kalah dengan negara Jepang, Korsel dan China. Ke3 negara ini sangat menjunjung tinggi nilai2 kehormatan dan harga diri. Kalo sudah dinilai tidak pantas dan bagus, pasti legowo untuk memberi kesempatan dan ruang bagi orang lain.

Yang pasti, di NKRI ini tidak jamak ada menteri yang mundur/tidak menjabat lagi dalam jabatan, kecuali sakit keras dan meninggal. Di sini tidak berlaku pepatah manusia mati meninggalkan nama yang baik. Padahal, suatu jabatan adalah AMANAH yang harus dipertanggungjawabkan dan dipertanggunggugatkan oleh pemberi amanah dan penerima amanah.

Ada apa sebenarnya? Di sini, ada sesuatu yang tidak tepat dalam mengelola amanah, baik dari si pemberi amanah dan si penerima amanah! Padahal ke2nya di awal menjabat harus bersumpah/berjanji kepada TUHAN yang diimaninya, bahwa akan bekerja untuk kesejahteraan publik. Lha, kalo kinerjanya malah membuat rakyat kecelakaan, cacat, dan meninggal, mana tanggung jawab dan tanggung gugat dia?

NKRI ini dibangun dengan doa, darah dan air mata, bermodalkan bambu runcing, pekik MERDEKA atau MATI, berlandaskan demokrasi yang beretika. Pada jaman revolusi, sudah banyak kali kabinet berganti dan ini bukan suatu masalah, malah suatu bukti bahwa pembangunan sedang berproses.

Catatan lain, jangan2 pomeo bahwa pemimpin identik dengan kinerja yang dipimpin adalah benar, sehingga pemimpinnya tidak berani memecat (mengganti) pembantunya yang tidak bagus (becus), takut dinilai sebagai pemimpin yang tidak bagus (becus) juga kali ya?

Ahhh, sudahlah...karena ini hanya catatan ringan, kita sudahi pendalamannya. Hanya satu pesan moral dari catatan ini, bila sudah membuat sumpah/janji dalam mengemban suatu amanah, selanjutnya berdoalah lalu bekerja dan berdoa lagi, agar semua usaha kita diberkati oleh TUHAN yang kita imani. Amin.

Salam SEHAT.

0 komentar: