Senin, 25 Oktober 2010

Rasa Memiliki!

Dear Pembaca yang Budiman,

Akhir2 ini kita di"serang" oleh berita2 terkait "kebutuhan" studi banding atau perjalanan dinas ke luar negeri (perjadin LN) oleh wakil2 rakyat. Satu hal yang dilupakan adalah APA dan BAGAIMANA itu wakil RAKYAT (WR)?

Kan, seharusnya WR adalah menggambarkan apa, bagaimana, kenapa itu RAKYAT! Bukan menggambarkan apa, bagaimana dan kenapa itu WR!

Sudah banyak protes dan kritikan terhadap studi banding dan perjadin LN. Bahkan sudah ada hitung2an, bahwa dengan dana perjadin LN dan dana perbaikan/renovasi rumah dinas jabatan, layanan publik esensial bisa ditingkatkan? Bahkan mencakup seluruh penduduk! Namun, apa yang diterima rakyat? Malah, jawaban bahwa hal ini sudah direncanakan, sudah dianggarkan! Tak tahu proses perencanaan anggaran itu, apa sudah melihat segala aspek kebutuhan rakyat? Kalo iya udah sesuai, kenapa SJSN masih jadi wacana, pendidikan, kesehatan dan perekonomian masih carut marut, rakyat tidak signifikan merasakan manfaatnya?

Kalo mau jujur dan keras/tegas, selayaknya perencanaan dan penganggaran institusi WR bertanya dulu pada rakyat! Tapi realitasnya TIDAK kan, malah jadi sendiri oleh, dari dan untuk manusia2 yang bangga memposisikan sebagai WR yang realitanya tidak amanah!

Masa, dikritik rakyat marah, ngeles, cari alasan pembenaran. Emang rakyat itu siapa WR? Tak sadarkah pemberi amanah itu rakyat yang WR cuekin?!

Jelek atau ekstremnya, sindiran tentang maraknya kasus amoral (perselingkuhan badani dan nafsuni) dibalas dengan jangan menuduh.......lha buktinya sudah ada, namun perbaikan dari dalam institusi WR apa? Badan Kehormatan apa gunanya? Cuma jalan2 ke LN ajaaaaaaaaaaaaa.

INI NAMANYA TERBUKTI, BAHWA YANG TAHUNYA HANYA MENGATUR DAN TIDAK BISA MENGATUR DIRI SENDIRI ADALAH OTORITER DAN PERUSAK PERADABAN!

Ini semua dijewantahkan dalam RASA MEMILIKI. Tapi NEGATIF, karena bila bersinggungan atau mengatur hasrat hidup WR, maka digenjot abis2an. Kalo yang tidak masa bodoh, kalo bisa ditekan dan dialihkan sumberdayanya untuk hal2 yang sesuai hasrat hidup WR.

Idealnya, rasa ini dibangun dalam institusi kehidupan dan anggota kehidupan yang benar dan satu. Satu rasa, satu tahu, satu paham, satu gerak langkah dan satu cita2. Baru lancar dan sesuai kebutuhan massa.

Berarti ada kontribusi anggota kehidupan lainkan? Bukan sekedar jeleknya WR??!! Yah iyalah....lingkungan sebelum dia jadi WR apa, bagaimana dan kenapa? Kalo lingkungan dia sebelumnya amanah dan benar, yah dijamin gesekan2 akan menyadarkan arti sebenar dia sebagai WR dan kembali "tobat", nah kalo tidak.....jamin dah....gubrak, gusrak, dan gebrak.

Jadi, kalo mau bangun ini negara, ini bangsa.....seriuslah dan sinergislah. Jangan melihat yang dipermukaan.....takkan selesai apapun yang kau buat dan cita2kan. Jadi, kalo berani nyalahkan, nuduh orang lain, berani juga nunjuk hidung/diri sendiri. Ingat saat Anda menunjuk jari kepada orang lain, serta-merta empat jari lain menuding diri sendiri, ....cuma tak sadar karena tak terlihat....hehehe kena dehhhh.

So, mari kita galang dan dukung Gerakan Bersama Membangun Peradaban dan Budaya INDONESIA, BHINEKA TUNGGAl IKA, beragam elemen untuk satu tujuan, Indonesia Sejahtera.

0 komentar: