Apa ku bilang Pembaca?.......udah tau itu daerah bencana, ada resiko, masih juga kalian tinggal di situ! Yah, kalian terimalah bencana alam ini.
Ini dia contoh WR yang tidak ada rasa memiliki rakyatnya. Rakyatnya lagi kesusahan malah dikata2in, bukannya ikut merasakan kesusahan ini. Ini bukan ini aja kasus matinya rasa memiliki dari tokoh2 di NKRI ini. Kemarin ada Menteri yang ngomong soal HIV/AIDS dengan konteks yang sama dengan Ketua DPR, sama2 menyalahkan. Ah...banyak lainnya lah...dan banyaknya dari tokoh2 publik pulak...parahnya NKRI ini.
Sudah parah emang krisis di NKRI ini, mulai dari aspek material s/d non material, mulai dari pengetahuan, sikap dan tindakan, dari aspek yang dapat dinilai dan tidak bisa dinilai.
Kalau dah ngomongin aspek material dan non material, mari balik ke karakter, peradaban dan budaya asli bangsa ini. Apa asumsinya? Beranikah bilang 3 esensi ini sudah tergerus bahkan sudah hilang? Bilang sih berani, namun untuk buat upaya revitalisasi atau pembaruan atau pemunculan atau penggalian kembali.....mana berani!
Masih ingatkah, "emosi" akibat euforia reformasi! Wacananya, kalo mau perbaiki NKRI ini dengan benar, harus 1 generasi dikorbankan. Nah, berani tidak? Hehehe...inikan emosi, jangan mengorbankan sesuatu yang berpotensi untuk berkontribusi dan memperbaiki.
Idealnya sih, tokoh2 yang merasa diamanihin itu yang kita korbankan KETOKOHANnya bukan pribadinya. Jadi ganti dengan pribadi yang layak dan benar untuk menjadi tokoh yang amanah. Mulai dari kekuatan rakyat, buat tujuan bersama, buat strategi, sediakan materi, kelola media komunikasi dan aksi proaktif.
Hehehehe.....enaknya menulis...
Selamat membaca dan meresapi dan mengomentari....bila punya rasa memiliki.
Salam SEHAT dan MERDEKA.
0 komentar:
Poskan Komentar