Dear All,
Sangat dominan berita di media cetak, tv, radio, internet, bahkan perbincangan atau obrolan terkait situasi panas antara Indonesia dengan Malaysia. Apa yang sebenarnya terjadi?
Sebelum jauh membahas, melangkah bahkan membuat keputusan politik dan militer, baik kita bersama melihat profil kekuatan (sebaliknya adalah kelemahan) dari kedua pihak. Mari kita lihat dari aspek IPOLEKSOSBUDHANKAM yang sudah melegenda, lalu 3 KEUNGGULAN (komparatif, kompetitif dan budaya), dan terakhir DAYA SAING.
1. Ideologi
- Indonesia: Pancasila (1. KeTUHANAN Yang Maha Esa, 2. Kemanusiaan yang adil dan beradab, 3. Persatuan Indonesia, 4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, 5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia)
- Malaysia: Islam dan Rukun Negara (1. Kepercayaan kepada Tuhan, 2. Kesetiaan kepada Raja dan Negara, 3. Keluhuran Perlembagaan, 4. Kedaulatan Undang-undang, 5. Kesopanan dan Kesusilaan)
2. Politik
- Indonesia: Bebas dan Aktif (LN) dan Demokrasi-Presidentil-Negara Kesatuan Republik (DN)
- Malaysia: sistem Demokrasi Berparlimen di bawah pentadbiran raja berperlembagaan- negara kerajaan-negara bagian (DN), mencari apa yang penting kepada Malaysia di peringkat antarabangsa (LN)
3. Ekonomi
- Indonesia: Tidak jelas! Ekonomi Pancasila, Ekonomi Kerakyatan, Ekonomi Pasar
- Malaysia: sistem ekonomi campuran (kapitalisme, sosialisme, komunisme) yang terbuka, berorientasikan eksport dan bergantung kepada mekanisma harga serta pasaran
4. Sosial dan Budaya:
- Indonesia: Bhineka Tunggal Ika, UUD 1945 dan amandemennya
- Malaysia: Islam, UU Kerajaan dan UU Syariah
5. Pertahanan dan Keamanan:
- Indonesia: pertahanan dan keamanan negara (kerjasama TNI dan Polri). UU Pertahanan Negara
- Malaysia: UU Internal Security Act (mirip UU Anti Subversi)
6. Keunggulan komparatif
- SDM Indonesia: banyak, murah, tingkat pendidikan tinggi tidak banyak
- SDA Indonesia: terkaya nomor 2 di dunia
- Sarana Prasarana/Infrastruktur Indonesia: tidak merata antar kepulauan, tidak ramah lingkungan
- SDM Malaysia: kalah jumlah dari Indonesia, banyak TK asing
- SDA Malaysia: kalah dari Indonesia
- Sarana Prasarana/Infrastruktur Malaysia: merata dan ramah lingkungan menang dari Indonesia
7. Keunggulan Kompetitif:
- Birokrasi: Indonesia masih berkutat dengan efisiensi dan reformasi birokrasi, Malaysia?
- Jaminan Kepastian Hukum: Indonesia ada mafia hukum, Malaysia?
- Intensif Ekonomi dan Jaminan rakyat: Indonesia kalah dengan Malaysia?
- HKI: Pembajakan marak di Indonesia, Malaysia?
- Pajak/Pungutan/Retribusi: tiap daerah punya aturan, Malaysia?
8. Keunggulan Budaya:
- peradaban: Indonesia masih ada kasus adu domba, Malaysia?
- iptek: Indonesia belum ramah iptek (mainstream pembangunan), Malaysia sangat giat pembangunan iptek
9. Daya Saing: Penentu daya saing adalah infrastruktur, efisiensi pasar tenaga kerja, stabilitas makro ekonomi
- Indonesia: Peringkat daya saing (International Management Development/IMD) pada 2010. Infrastruktur lemah karena anggaran tidak memadai dan tingkat korupsi tinggi, efisiensi pasar tenaga kerja peringkat 75 (The global Competitiviness Report 2009-2010), dan stabilitas makro ekonomi rendah, al. rendahnya/kecilnya kapasitas fiskal untuk pembangunan infrastruktur
- Malaysia (Singapura dan Thailand): Peringkat daya saing (IMD, 2010) lebih tinggi dari Indonesia.
Nah, sudah melihat kan bagaimana profil kedua negara yang sedang panas ini?
Dari pada membuang energi yang tanpa landasan/kekuatan yang mumpuni, al. perang militer, berhenti kirim TKI, boikot produk, lebih baik bila fokus pada pembangunan negara dan bangsa. Kenapa? Lha, untuk kasus Indonesia, lihat saja sbb:
1. Dari sisi IPOLEKSOSBUDHANKAM, masih ada yang tidak jelas dan terbangun, masih banyak permasalahan ideologi, kekuasaan dan amanah politik (eksekutif, legislatif, yudikatif), pembangunan pendidikan, ekonomi dan kesehatan, lalu quo vadis Bhineka Tunggal Ika, aksi2 kekerasan di masyarakat, dll
2. Dari sisi Keunggulan Komparatif, SDM perlu dibangun fisik, sosial, dan rohani, SDA perlu dijaga dan dikelola negara untuk kesejahteraan bangsa dan negara, infrastruktur masih perlu pemerataan pembangunan
3. Dari sisi Keunggulan Kompetitif, yah ini mah tau sama taulah. Indonesia sangat senang dengan keberhasilan masa lalu dan lupa untuk pelestarian dan pembangunan lebih lanjut/maju, inovasi dan kreativitas tidak digalakkan dan didukung, terutama dananya
4. Dari sisi Keunggulan Budaya, sudah tahu sangat kaya akan ragam budaya dan aset2 iptek, namun tidak dilestarikan, dikelola dan dibangun
5. Dari sisi Daya Saing, yah lihat saja tadi 3 faktor penentu daya saing (infrastruktur, efisiensi pasar tenaga kerja dan stabilitas makro ekonomi). Masih sangat banyak yang perlu dibangun kan?
Jadi dari pada ribut soal perang dan segala macam emosi negatif ikutannya yang pada akhirnya setelah perang selesai, tetap juga perlu membangun dari awal, lebih baik seluruh tenaga, pikiran dan perbuatan difokuskan untuk membangun Indonesia. Ini lebih meningkatkan harga diri sebenar/ideal dari Indonesia.
So, sesama rakyat Indonesia, Aku Cinta Indonesia bukan lagi jaman perang fisik/militer di jaman penjajahan, namun memberikan yang terbaik dari masing2 anak bangsa Indonesia untuk Indonesia dan Pewaris Indonesia, yaitu Anak dan Cucu Kita.
Salam SEHAT dan MERDEKA.
1 komentar:
Aku Cinta Indonesia!
Kenapa?
Karena Indonesia Cinta Aku!
Poskan Komentar