Senin, 02 Agustus 2010

Tindakan PONG di Gedung DPR

Dear All,

Gong Reformasi berikutnya sudah dimulai oleh aksi Pong di DPR. Ini sudah menjadi pembelajaran bagi pihak representatif rakyat dan rakyat sendiri.

Untuk pihak representatif rakyat, ada sinyal kekecewaan dari elemen rakyat yang diwakili. Sudah mau dan akan meledak! Ini menjadi cermin untuk representatif rakyat termasuk pejabat2 publik, agar kembali ke filosofi negara itu apa? Negara adalah institusi yang melindungi elemen2 negara dan negara itu sendiri.

Untuk pihak rakyat, ada asupan energi dan sengatan terhadap tidur dan ketidakacuhan akan sikon di republik ini. Sudah tidak boleh lagi lebih mementingkan keinginan dan kebutuhan pribadi/kelompok. Harus sadar dan bangun untuk kepentingan dan kebutuhan publik (madani).

Ada kata2 mutiara, nasib atau peradaban suatu negara dan bangsa tidak akan berubah atau terbangun bila negara dan bangsa tidak mengupayakan. Poin penting adalah bukan pribadi, individu atau kelompok tapi masyarakat banyak atau rakyat atau bangsa di negara itu!

PEMBELAJARAN

Bila menengok ke belakang atau kilas balik atas kehidupan bernegara dan berbangsa, tentu dapat kita lihat penelantaran, pembiaran, pengkebirian fungsi, peran dan tanggung jawab negara/publik. Orang miskin tambah miskin, makin banyak orang miskin, sumberdaya alam dikuras, manfaat pembangunan tidak timbulkan masyarakat/rakyat sejahtera, kasus2 (kebutuhan) pidana/perdata/HAM dikalahkan demi kepentingan, kedaulatan negara terkalahkan, individualis2 merajalela di segala level/sendi kehidupan, dll.

Kekuasaan dan Amanah tidak seimbang dan melengkapi positif. Amanah diemban dengan peningkatan popularitas untuk melanggengkan kekuasaan. Suatu kesemrawutan mental dan rohani di negara dan bangsa ini. Hukum dikalahkan oleh kebijakan atau politik. Ini beberapa pembelajaran yang negatif.

Namun, tidak sedikit pembelajaran positif yang diupayakan tapi tidak terangkat sebagai konsumsi publik yang positif. Terkendala oleh perilaku good news is bad news. Semua-mua sedang menyoroti kebijakan dan perilaku publik, sudah menjadi selebritis dalam pembangunan peradaban negara dan bangsa ini.

QUO VADIS BUDAYA INDONESIA?

Semangat apa yang sedang tumbuh di Indonesia ini? Cinta tanah air atau cinta diri sendiri! Kemana perginya perilaku tolong-menolong, toleransi sosial, hormat-menghormati, merdeka atau mati!?

Apakah harus dijajah lagi selama 3 abad dan 3,5 tahun dengan kesengsaraan dan penindasan paripurna? Tidak sadarkah, negara dan bangsa ini sedang dijajah oleh kepentingan lebih besar dan kepentingan individu? Begitu gampang diadu domba, dipecah belah, ditipu mentah2. Namun, tidak sadar! Budaya Indonesia yang sudah belajar dari pengalaman dijajah, KEMANA?

Benarkah peradaban Indonesia lagi mundur menuju hancur? Tidak sadarkah negara dan bangsa ini adalah titipan anak cucu Indonesia? Asik dan sibuk dengan penjajahkah!?

Inilah bukti bahwa menulis tentang kehidupan bernegara dan berbangsa di Indonesia, tidak ada habisnya, karena terlalu pedih, terlalu sedih, terlalu sakit dan terlalu banyak masa bodoh.

PUISI MENGGUGAH UNTUK INDONESIA KU DAN INDONESIA KITA

Indonesia!
Tercipta dan berdiri dengan kekayaan paripurna
Melimpah bekal untuk membangun dan menghidupi
Segenap anak negeri, wujud nyata suatu negara
Negara berdaulat, tercinta dan dicintai

Nusantara!
Berjarak dari barat ke timur, utara ke selatan
Punyamu samudera biru, luas, berisi, dan kaya
Sejuk dan indah pesonamu, hidupkan harapan
Akan tanggung jawab dari anak cucu masa depan

Negaraku! Bangsaku! Tanah Airku!
Indonesia Raya bergelar Nusantara
Dibangun oleh darah dan air mata
'Tuk wujudkan amanah Sang Pencipta Mulia

Salam SEHAT.

0 komentar: