Shalom Pembaca yang BUDIMAN,
Alam diciptakan TUHAN ALLAH penuh dengan hal-hal yang hot dan sexy untuk diketahui, dipelajari, dan dipahami. Pada akhirnya, genaplah bahwa Manusia diberi tanggung jawab untuk mengelola semua itu.
Bagaimana dengan Indonesia?
Sejak negara dan bangsa ini ada, hidup dan berkembang, banyak dinamika positif dan negatif yang dihasilkan. Proses perpecahan, perjuangan, dan pembangunan, selalu muncul dalam setiap sendi kehidupan. Sudah menjadi roda kehidupan yang berputar, menggambarkan dinamika Indonesia.
Dulu dijajah oleh negara dan bangsa lain karena kekayaan rempah2, lalu merdeka dari para penjajah tersebut. Lalu, dijajah lagi oleh kepentingan internasional karena kekayaan sumber daya alam. Juga, dijajah oleh karakter dan perilaku beberapa elemen negara dan bangsa untuk kepentingan dan kehidupan mereka.
Di Indonesia ini, semua ilmuwan dan non ilmuwan, semua orang pintar, semua mahluk dapat belajar. Ternyata sudah menjadi laboratorium iptek terkaya di dunia! Namun, apa produk dan manfaat produk untuk Indonesia. Ah, teringat ucapan seorang Profesor dari Jepang, "...bangsa Indonesia lebih fokus mengejar materi, dan lupa pembangunan brain". Kalo bisa ditambahkan, bahkan lupa pembangunan sisi etika, moral, karakter dan perilaku.
Lihat saja, anak manusia terlantar dan diterlantarkan, orang sakit dan orang miskin tidak mendapatkan layanan HAM, bila sakit kalau tidak sehat kembali, miskin, cacat, bahkan mati. Lalu, lihat lingkungan, dari dulu terkenal karena iklim yang nyaman dan asri, namun sekarang panas terik, hujan badai, banjir dan polutan menjadi bagian dari kehidupan.
Mari tengok kehidupan bernegara, sudah menjadi arena, kehidupan di eksekutif, legislatif dan yudikatif. Muncul sifat pesimistis, kecewa, marah dan acuh tak acuh dari rakyat yang menerima eksekusi, legislasi, dan yudikasi. Memang sudah menjadi semangat bernegara dan berbangsa kalimat "Jangan Tanyakan Apa Yang Sudah Negaramu Berikan Kepadamu, TAPI Tanyakan Apa Yang Sudah Kamu Berikan Untuk Negaramu".
Kalimat itu, ibarat ucapan "Apa Yang Kau Inginkan Dari Orang Lain, Perbuat Jugalah Seperti Itu Kepada Orang Lain", baru cocok bila sama rasa, sama tahu, sama paham, sama butuh, sama ingin. Ada keseimbangan dan kesetaraan.
Ahhh....panjang kalau menulis dinamika di Indonesia ini. Singkat ajalah, seperti ini:
Negara yang BENAR adalah Negara yang:
1. Menjamin HAM rakyatnya
2. Mengawal kewajiban rakyatnya
3. Memelihara budaya negaranya
Bangsa yang BENAR adalah BANGSA yang:
1. Menghormati pahlawannya
2. Membela kepentingan negaranya
3. Membangun negaranya
4. Menjaga kedaulatan dan kehormatan negara dan rakyatnya.
Semoga, semua elemen publik dan non publik dapat bersatu padu, gerak dan langkah, untuk mulai dan komit membangun peradaban negara dan bangsa Indonesia, kembali jaya dan bermartabat di Alam ini.
Salam SEHAT.
0 komentar:
Poskan Komentar