Selasa, 18 Mei 2010

Evolusi MSDM: Reformasi Birokrasi

Dear Pembaca yang Budiman,


Sejak banyak tahun yang lalu, sudah mulai disadari bahwa REFORMASI BIROKRASI amat dan sangat dibutuhkan untuk memperbaiki kinerja pelayanan negara, pemerintahan, dan publik. Kata kunci dalam reformasi dan perbaikan kinerja adalah manusia. Manusia sebagai pengelola birokrasi, layanan, dan kinerja.


Sekilas, mengutip dari berbagai sumber, ada 4 proses evolusi dari manajemen sumberdaya manusia (MSDM). Pertama, BUDAK, yaitu manusia yang dirampas hak kebebasan hidupnya dan bekerja untuk kepentingan golongan manusia lain. Kedua, PERSONEL: manusia sebagai anak buah/pegawai/karyawan. Ketiga, SUMBERDAYA: potensi manusia yg dapat dikembangkan untuk proses produksi. Keempat, ASET: manusia yang memiliki nilai bagi organisasi. Evolusi ini terjadi dan berproses seiring dengan kesadaran dan kesepahaman akan harkat dan martabat manusia sebagai mahluk yang dikarunia oleh Allah dengan logika, etika dan estetika (nilai-nilai). Bukan jamannya lagi, manusia X menjajah/mengatur/ mengembangkan nilai-nilai manusia Y. Sudah selayaknya, sebagai sesama manusia, saling menghargai, memahami, bekerja sama, berbagi untuk tujuan kesejahteraan bersama. Jadi kata kunci evolusi MSDM adalah kehidupan sosial yang manusiawi.


Sudah banyak yang dilakukan untuk perbaikan kinerja layanan negara, pemerintahan, dan publik. Mulai dari membuat aturan, sidak, waskat, diklat, workshop, dll. Namun itu semua tidak maksimal. Kenapa? Di sinilah letak posisi strategis dari nilai manusia sebagai ASET. Dibutuhkan perhatian yang konsisten dan ikhlas untuk pemeliharaan kompetensi manusia (pendidikan, pelatihan, pengalaman, dan ketrampilan). Pemeliharaan tidak melulu untuk kecerdasan intelektual, harus holistik. Memelihara kompetensi aset mulai dari intelektual, emosi, dan rohani. Sudah banyak juga workshop/seminar/pelatihan IQ dan ESQ, namun semua ini tidak efektif bila hanya sebatas event tersebut. Perlu penerapan dalam lingkungan sosial setiap manusia, yang sudah dianggap aset tadi. Lingkungan keluarga, masyarakat, pendidikan, dan kerja.


Jadi, pencapaian dari perbaikan layanan negara, pemerintahan, dan publik tidak cukup dilakukan di dan oleh organisasi kerja. Perlu komitmen dan kerjasama semua institusi; keluarga, masyarakat, pendidikan, dan kerja. Mulai dari manusia lahir, tumbuh dan berkembang, remaja, dewasa dan lanjut usia, perlu pemeliharaan kompetensi. Tentu pernah mendengar, bagaimana seseorang bekerja, berkarya, bermasyarakat adalah menggambarkan bagaimana kehidupan IQ, EQ, dan SQ manusia itu.


Kesimpulan yang dapat dipetik adalah, Reformasi Birokrasi memang sudah sangat dibutuhkan, namun harus dikelola dengan holistik. Karena apa yang dikerjakan, dihasilkan dan dimiliki oleh setiap Abdi Negara adalah menggambarkan kehidupan IQ, EQ, dan SQ institusi negara.


Jadi, kelolalah reformasi birokrasi dengan komitmen dan kerjasama dari semua elemen negara dan bangsa ini. Apa yang akan, sedang dan telah direformasi akan mewariskan nilai-nilai untuk keturunan bangsa dan negara ini pada masa mendatang.


Salam SEHAT.

0 komentar: