Dear ALL,
Sebagai kaum muda, progresif, santun, dan tegas, tentu tidak nyaman dikelola oleh kaum de facto alias pihak2 yang memiliki zona nyaman. Lucu juga, banyak sangat dah awak hadapi dan catat dan analisis dalam otak di kepala ini dan hati di jiwa ini. Namun tak kunjung bisa diturunkan dalam tulisan, pengisi blog awak ni.
Asik sibuk aja dengan emosi dan dinamika yang terjadi, serasa sexy dan hot, hidup lebih nikmat rasanya. Banyangkan, situasi dan kondisi mengarah ke perang saudara, beberapa berbaik hati menjadi penengah, mediator. Beberapa pula sibuk menembakkan peluru dan amunisi, eh...beberapa ....banyaklah kalo tak salah....diam, tak acuh, menghindar, meratapi perasaan kalah,.....akhhh tah tahu lah awak....teman kemana, lawan kemana....teman dan lawan hanya dalam konteks "perang saudara" ini aja, bukan maksud lain.
Tak terbayang, sejak Februari 2010, kalo tak salah....s/d April minggu III ini.....beruntung mungkin, seminggu mendapat tugas dan peran dalam mengelola event yang perlu kerjasama yang mesra antara saudara yang berperang tuh tadi. Walopun meninggalkan tugas rutin kantor, tapi tetaplah, yang dihadapi rekan2 yang pernah/masih jadi lawan dan kawan dalam konteks tadi,....di atas.
Apalah....jadi keluarga besar aja tak mesra. Setiap anggota keluarga harus dan patut lah punya aktivitas masing2 dan juga harus dan patut lah taat asas dan aturan keluarga besar dan aturan tempat keluarga besar hidup. Dengar orang2 bijak berkata "jika tak kenal, maka tak sayang". Betul lah tu. Ipin dan Upin aja tau benar kata2 tu. Jangan lah coba/berupaya menilai dan menyampaikan hasil penilaian atas apa-apa yang belum dikenal. Tak elok dan tak pantas...pantang kata orang2 keras dan tegas.
Ketawa bersama, diskusi bersama, makan bersama, kumpul bersama, ....itu semua bisa bersama,....knapa pula bila anggota keluarga besar masuk kepentingan kelompok bisa jadi bertengkar. Tak ada kah yang bisa legowo, low profile, tegas, keras (bukan kasar), satu rasa, dan ......
Lama-lama awak merasa, keluarga besar ini memang hidup dengan konflik yang tak bisa/boleh selesai. Agar bisa eksis, bukan kreatif dan inovatif......payah...
Udahlah...awak nak tunggu restrukturisasi pasti aja. Nak awak tengok apa jadi dengan input2 konflik, berubah tak,.... atau jadi sadar, mudah2an. Ya Allah Bapa, tolonglah Keluarga Besar Kami.
Salam SEHAT.
0 komentar:
Poskan Komentar