Pembaca yang Budiman,
Prinsip hidup Membiasakan yang Benar bukan Membenarkan yang Biasa adalah pernyataan yang sangat bagus. Namun, dalam realita amat sulit untuk diimplementasikan. Kesulitan itu bisa dari dalam diri pribadi yang berbuat atau dari lingkungan tempat keberadaan yang berbuat.
Kalo dari dalam diri pribadi, antara lain seperti:
1. Keahlian rekayasa dan inovasi (contoh: ada peraturan/norma tapi masih sanggup dilanggar)
2. Kealphaan yang sudah mendarah daging (....suatu saat sempat berkata "biasanya aku lakukan seperti ini/itu dan tidak ada efek negatif)
Kalo dari lingkungan, antara lain seperti:
1. Adat dan kebiasaan komunitas yang kuat dalam praktek perilaku membenarkan yang biasa (mirip dengan contoh nomor 2 di atas)
2. Orientasi jangka pendek atau orientasi hasil bukan orientasi proses yang benar (kebiasaan yang berjalan tidak mempengaruhi kualitas hasil dalam jangka pendek, selama hasil sesuai harapan yah..proses bisa ditoleransi)
Pantaslah, benar ungkapan perbuatan salah adalah suatu adat dan kebiasaan yang kekal di dunia ini (diingat, dikenang, diekspos). Apalagi bila kita bicara penanganannya.
Penulis sangat terkesan dengan prinsip salah satu orang sukses dalam perbuatan di dunia (karir dan aktualisasi diri), do my job and having fun (happy). Segala yang dia perbuat bermanfaat untuk orang banyak, pribadi dan Allah Pencipta.
Dikasih tanggung jawab, dijawab dengan menanggung risiko, dan mendapatkan apresiasi luas.
Nah....cukup materi seriusnya.....ntar tidak banyak yang berasa bahagia.
Masa kuliah adalah masa yang indah....baru bisa dinilai saat sudah bisa mengaplikasikan perilaku yang lebih baik setelah lulus kuliah (tidak bingung khan?). (1) Jadi tau, kuliah itu adalah mandiri dan proaktif jadi kalo cuma catat buku sampai abis (CBSA)...ndak dapat nilai positiflah. (2) Jadi tau, ilmu atau pengetahuan yang didapat saat kuliah, aplikasinya dalam pekerjaan seperti ini/itu, (3) Jadi tau, sudah bertanggung jawabkah saya dalam kehidupan ini, dll.
Bangun dari tidur malam panjang sebaiknya gerak dan mandi
Nikmati karya cipta dan anugerah Sang Pencipta Mulia
Mimpi dan kebiasaan ambil dan terapkan nilai positifnya
'Tuk bangun peradaban, akhlak dan perilaku manusiawi.
Lebih cepat lebih baik....lebih cocok untuk Sang Pria!
Bersama kita BISA.....bersama tanggung jawab, risiko dan gugat!
Jadilah manusia yang Manusiawi sesuai gambaran Sang Pencipta Mulia.
Sudah jadi manusia, kelolalah apa yang diberikan kepadamu oleh Sang Pencipta. Olahlah lagi hasil kelolamu itu untuk menjadi manfaat bagi kesejateraan manusia sesamamu.
Di Indonesia banyak orang pintar, banyak orang cerdas, banyak orang berbudi luhur, banyak orang benar, banyak orang yang sesuai gambaran Sang Pencipta Mulia.
Namun di Indonesia, banyak perilaku tidak pintar, tidak cerdas, tidak berbudi luhur, tidak benar, tidak sesuai gambaran Sang Pencipta Mulia.
Kemana sang Profesor, sang Doktor, Sang Ilmuwan, Sang Tokoh Masyarakat, Sang Manusiawi?
Apa yang lebih dia kejar? Uang dan Kekuasaan tanpa belas kasih tanpa kehormatan!
Wahai engkau manusia dalam dunia!
Ingatlah beban dan tanggung jawab padamu!
Hidup bukan untuk diri pribadi!
Masih banyak sesama yang terlupakan dan terpinggirkan.
Suatu masa, kala matahari terbit dari Barat dan tenggelam ke Timur
Daratan hidup dan asri dengan tumbuhan dan hewan beragam
Lautan terbentang luas, dihangati oleh flora dan fauna air
Langit terang dan nyaman menaungi bumi tempat hidup sang manusia
Ketiga matra menjadi saksi karya dan pelayanan anak manusia
Karya Sang Pencipta hidup dinamis penuh dengan belas kasih dan kebenaran.
Selamat menjadi Manusia yang Manusiawi....
Salam SEHAT,
don_C
0 komentar:
Poskan Komentar