Jumat, 17 April 2009

Refleksi seminggu

Salam SEHAT,

Minggu libur, Senin, Selasa, Rabu, Kamis, dan Jumat kerja, Sabtu libur lagi. Wah, terasa hasil keringat kerja selama 5 hari.

Membumi dengan naik KA Ekonomi seperti kata adik kelasku di Medan, terasa sangat mengasyikkan. Walaupun kadang pulang naik KA AC Ekonomi dengan harapan "mudah2an tidak padat seperti paginya".

Kelas Ekonomi selalu identik dengan Angin Celebuk (AC), asap rokok, dan bau2an (keringat, ketex, dll). Namun interaksinya itu ...bok. Tak ada yang sanggup mengalahkan. Mungkin kalo mau jadi manusia macam apapun bisa liat contohnya di KA Eko. Mau manusia yang manusiawi, yang hewani, surgawi, duniawi, kimiawi, samawi, dan wi-wi lainnya, ada contoh barangnya.
Mau yang ter-mehek2, ter-gila2 benaran, ter-pinggirkan, dan ter- lainnya, pasti ada brur.

Tepatlah ujar2 tetua dan senior dunia kita, sekolah yang benar itu yah lingkungan. semua contoh dan praktek ada. Jadi kalo mau liat Indonesia dalam miniatur perilaku, budaya, ekonomi dan sosialita yah tepatnya di lingkungan satu ini yang penuh interaksi.

Semua dapat dipelajari dan diobservasi. Mulai dari depan s/d belakang, bersih s/d kotor, sehat s/d sakit, sempurna s/d cacat, rajin s/d malas, baik s/d jahat.

Kalo dikatain bahwa rakyat Indonesia pintar, tukang sandiwara, tukang rekayasa, cerdik, cerdas, dll yang canggih dan top,.....yah tidak salah juga. Susah dibedakan antara: beli karcis dengan tidak beli karcis, copet dengan bukan copet, cacat dengan sempurna, bahkan laki2 dengan perempuan???! Sangat kreatif! Inovatif! Atraktif!

Tapi semua itu buyar bila sudah masuk lingkungan kantor. Hampir bertolak belakang. Banyak perilaku karena rutinitas birokrasi, sungkan dan takut, pendek akal, lelet, dll yang tidak kreatif, tidak inovatif, dan tidak atraktif.

Ahhhhh.....perilaku melayu....kata orang2 yang merasa superior dan malu. Apa emang salahnya melayu....sampe dikonotasikan dengan perilaku buruk2 tsb?

Pernahkah, kita semua sadari dan pahami bahwa menghakimi seseorang adalah suatu pembunuhan perilaku kreatif, inovatif dan atraktif. Bagaimana mau berkembang bila awal2 udah dihakimi dan dicap negatif, buruk dan tidak bisa atau mau berkembang lebih baik.

Camkanlah...suara2 di padang gurun ini:
Bagi yang masih bisa marah, marahlah
Bagi yang masih bisa tertawa, tertawalah
Bagi yang masih bisa bekerja, kerjalah
Bagi yang masih bisa berkarya, berkaryalah
Bagi yang masih bisa melayani, layanilah.

Pesan moral: Kalo punya waktu berharga untuk melakukan yang terbaik dari 5 upaya di atas, yah lakukanlah....jangan ngurusin upaya orang lain apalgi sampai menghakimi. Apa hak Anda?

Jadi isi hidup Anda dengan yang terbaik, dan selingi dengan mengisi dengan hal2 yang menyegarkan raga, jiwa, dan rohani Anda.

Salam HAPPY

0 komentar: