Selasa, 28 April 2009

Pendidikan Kesehatan Masyarakat; Bagaimana Fungsi Praktisi/Profesi Kesehatan Masyarakat?

Dear Pembaca yang Budiman,

Kawans tentu masih ingat dan hafal dengan iklans:
- AC Pembasmi Virus Flu Burung
- Obat Anti Nyamuk Bakar Pembasmi Nyamuk DBD
- Minyak Goreng Berkualitas Bebas Kolesterol

Selain itu, masih banyak versi iklan sejenis yang pernah ditayangkan.

Sesama praktisi kesehatan masyarakat (kesmas) tentu paham filosofi ilmu kesmas yang merupakan ilmu dan seni untuk meningkatkan derajat kesmas setinggi-tingginya. Target ilmu ini adalah perilaku, baik pemberi pelayanan kesmas, yang diberi pelayanan kesmas, dan stakeholders.

Kendala yang masih ditemukan dan sering dibiasakan adalah pembiaran dan pembiasaan yang tidak benar. Apakah ini disengaja atau kesengajaan atau tersengajaan atau bahkan terkesengajaan? Materi mungkin sudah benar tapi substansi dan penyampaian pesan moral bisa menimbulkan pembodohan atau penyelewengan tujuan akhir. Pesan moral diarahkan untuk menjadi budaya konsumtif. Apakah ini buah dari kedangkalan kreativitas dan inovasi? Kalo memang AC itu untuk penyegar dan pendingin ruangan, obat anti nyamuk bakar untuk pengusir nyamuk dan serangga, dan minyak goreng pada dasarnya memang bebas kolesterol, kenapa bukan substansi ini yang dipikirkan dan didalami sehingga bisa memunculkan suatu karya positif, kreatif dan inovatif, bukan malah memutarbalikkan dan menggeser arti/makna sebenar ya?

Substansi ini terjadi dan dibiarkan saja. Tidak ada pembetulan atau pembenaran. Merujuk tulisan sebelumnya, terkait dengan elemen logis, estetis, dan etis tidak diakomodasikan secara lengkap. Mungkin hanya elemen estetis saja sehingga menarik dan bisa menggoda penonton dan pembaca untuk membenarkan pesan moral dan berlanjut menjadi konsumen.

Apakah memang benar dan terus dibiarkan ujar2an bahwa kalangan ilmuwan dan praktisi lebih enakan di lingkungan eksekutif yang lebih banyak pengaruh birokrasi dan pengaturan. Apakah tidak lebih baik dominan bergelut di lingkungan terapan dan aplikasi sehingga produk mereka bisa dimanfaatkan oleh masyarakat luas?

Bukan tabu lagi bahwa beberapa ilmuwan dan praktisi yang banyak/fokus bergelut di lingkungan birokrat sudah tergerus dan dangkal semangat penerapan dan aplikasi ilmu masing2. Bila ada forum diskusi atau dialog (walaupun dialog seringkali tidak diterapkan sebagai ajang saling mendengarkan dan mencari jalan terbaik untuk semua), lebih banyak jiwa dan moral yang tidak berani mengatakan bahwa yang dilakukan salah dan merugikan rakyat.

Wadah praktisi kesmas pertama berupa Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat (IAKMI) mengalami degradasi kepercayaan dari anggota dan calon anggota. Bermunculanlah organisasi sejenis dengan latar belakang pembentukan yang beragam dan sesuai minat/kemauan masing2. Budaya di negara ini, lebih baik cari dan buat yang baru daripada efektifkan dan perbaiki yang ada/lama. Hal ini tidak memberikan pendidikan yang benar pada pelaku dan pengikutnya. Seolah-olah yang lama dan tidak efektif itu sudah tidak bisa diperbaiki dan dipercaya lagi. Apakah yang baru dan mewarisi "dosa" yang lama sudah dijamin dan pasti akan lebih efektif dan benar hasilnya dalam perjalanan? Hehehe...wuakakakakakak...kalo boleh mengutip gaya ketawa di situs2 elektronik jejaring sosial.

Di sisi lain, segelintir kalangan senator yang prinsipnya merupakan wakil/representatif rakyat di DPR/senat, dan seharusnya membela dan menjaga kesejahteraan rakyat, tidak berperan sebagai penerus suara rakyat, pembela kepentingan rakyat. Ditengarai beliau2 hanya tahu hal2 apa yang akan membuat jabatan langgeng dan menghasilkan.

So, teringat puisi harapan dalam tulisan sebelumnya, mumpung masih bisa marah, tertawa, bekerja, berkarya, dan melayani, lakukanlah. Bila aktif di kalangan demonstran ungkapkanlah marah Anda secara bertanggung jawab, bila aktif di kalangan komedian ungkapkanlah tertawa Anda secara elegan, bila aktif di kalangan pekerja ungkapkanlah dengan prestasi kerja Anda, bila aktif di kalangan kreatif ungkapkanlah dengan mahakarya Anda, dan bila aktif di kalangan abdi masyarakat ungkapkanlah dengan apresiasi masyarakat Anda.

Buat sejawat Praktisi Kesmas, mari rapatkan barisan dan buktikan kepedulian dan pemahaman kita secara benar dan mendidik.

Salam SEHAT.

2 komentar:

Mely mengatakan...

wah blog-nya udh rilis nih, selamat!

Aku jg fungsi kesmas-nya sedikit demi sedikit tergerus nih, mgk krn krg paham mengkaitkan latar belakang kesmas-nya dgn pekerjaan sehari2 yg kurang kesmas padahal sih roh pekerjaannya sbnrnya kesmas jg ya )

keep writing!
Mely

don_C mengatakan...

Yang penting bekerja dan berkarya dengan ilmu yang Anda miliki, pelajari dan implementasikan semua itu dengan seni bekerja dan berkarya yang kreatif, inovatif, profesional dan benar.

HORAS, don_C